Diego Diperiksa Polisi, Ditetapkan Sebagai Tersangka


Jakarta – Diego Michiels akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Bek timnas berdarah Belanda itu telah digiring polisi untuk diperiksa oleh pihak berwajib.

Menurut keterangan Kapolsek Tanah Abang AKBP Suyudi, Diego ditangkap di Hotel Jusenny, Jakarta Selatan, tadi sore.

“Ya berdasarkan pengembangan Diego kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Suyudi saat dihubungi Kamis (9/11) malam. “Sebagai tindak lanjut kami tangkap Diego untuk diperiksa sebagai tersangka.”

“Diego diperiksa sejak petang tadi. Bersama tiga rekannya. Jadi ada empat yang diperiksa,” lanjut Suyudi.

Namun dari empat orang yang diperiksa itu, tambah Suyudi, hanya Diego yang ditetapkan sebagai tersangka. “Tiga temannya masih kami duga sebagai pelaku tapi bukan tersangka,” paparnya.

Manajer timnas Habil Marati saat dihubungi via telepon mengatakan dirinya sedang berada di Polsek Tanah Abang untuk mendampingi pemainnya itu.

“Ini saya lagi temani dia sekarang,” kata Habil. “Saya tidak kenal dengan tiga orang yang lainnya itu. Kita dipanggil untuk diperiksa.”

Diego yang sedang mengikuti training camp keluar hotel timnas pada Selasa malam dan mengunjungi sebuah klub malam di kawasan Senayan. Ia kemudian terlibat dalam keributan dan perkelahian yang mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Mef Paripurna (21) masuk rumah sakit dengan sejumlah luka di bagian wajah.

Kemarin manajemen timnas menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 500 ribu kepada pemain berusia 22 tahun itu. Si pemain menolak memberi komentar apapun saat ditemui wartawan seusai latihan di Gelora Bung Karno kemarin.

Sebelum polisi menetapkan dia sebagai tersangka, Habil sempat memberi pernyataan bahwa yang Diego telah mengakui kesalahannya meninggalkan hotel timnas tanpa izin.

“Tapi ketika Diego ingin kembali ke hotel menuju parkiran, ternyata diikuti oleh yang tersenggol tadi. Lalu diikuti juga oleh teman-teman Diego. Di sanalah terjadi pemukulan. Tapi saya tanya apa Diego memukul, dia jawab dia tidak mukul. Saya kroscek temannya, mereka jawab, Diego tidak mukul,” kata Habil tadi sore.

Habil menambahkan, justru Diego berusaha melerai dan hampir terkena pukulan. Namun, jika harus diproses hukum, maka dia berharap proses hukum dilaksanan sesudah ajang Piala AFF.

“Jadi saudara Diego tetap di Timnas dan tetap ikut di Piala AFF. Kalaupun diproses hukum, tunggu setelah Piala AFF, saya jamin Diego tidak melakukan ini,” ujar Habil.

Habil juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban. “Saya atas nama manajer Timnas menyampaikan permohonan maaf kepada korban, Mef Paripurna, maupun keluarganya, sepanjang kejadian itu melibatkan pemain timnas kami, baik langsung maupun tidak,” mohonnya.

(Sumber: Detiknews.com)

Tentang andrey's blog

tegas, sederhana, humoris, dan bijaksana...
Pos ini dipublikasikan di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s