Nil: Timnas Siap Tempur di Piala AFF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia, Yeyen Tumena menyatakan, persiapan timnas menuju Malaysia, sudah 95 persen. Artinya, Tim Garuda siap tempur dalam Piala AFF 2012.

Guna memaksimalkan persiapan sebelum Piala AFF 2012, Indonesia akan menjalani pertandingan ujicoba melawan Kamerun di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (17/11). (baca: ‘Indonesia Berpeluang ke Semifinal Piala AFF’).

Laga nanti menjadi pertandingan pamungkas, sebelum Nil menentukan gambaran pemain inti, yang akan turun pada tiga pertandingan penyisihan Grup B, melawan Laos, Singapura, dan tuan rumah Malaysia.

“Secara umum persiapan sudah 95 persen. Tinggal menunggu pertandingan resmi saja. Tapi kami terus berusaha menyiapkan tim terbaik dan memperbaiki beberapa kelemahan,” kata Nil Maizar di Jakarta, Jumat (16/11).

Secara terpisah Direktur Marketing PT Suzuki Motor, Endro Nugroho mengatakan dukungan produsen kendaraan bermotor itu untuk Piala AFF terus bergulir, dan untuk tahun ini adalah yang ketiga kalinya.
“Kami tetap menjadi sponsor utama untuk Piala AFF 2012. Tahun ini adalah untuk yang ketiga kalinya,” katanya.

Turnamen AFF Suzuki Cup 2012 terbagi dalam dua grup. Grup A diisi oleh tuan rumah Thailand, Vietnam, Filipina dan Myanmar, sedangkan Grup B diisi oleh tuan rumah Malaysia, Singapura, Indonesia dan Laos.

Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: Antara
(Sumber : republikaonline)
Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | Meninggalkan komentar

Hadapi Kamerun, Ujian Terakhir Timnas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tim nasional Indonesia akan kembali melakoni laga uji coba di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat (16/11). Kamerun menjadi ujian terakhir pasukan Merah Putih sebelum akhirnya berlaga di Piala AFF 2012 akhir November ini.

Pelatih timnas, Nil Maizar mengaku belum mengetahui betul selak beluk permainan tim raksasa Afrika tersebut. Meski begitu, mantan pelatih Semen Padang ini sudah mengantongi beberapa nama pemain Kamerun yang patut mendapat perhatian khusus. Hanya saja, Nil belum bisa membeberkan lebih lanjut siapa pemain yang dimaksud.

Nil mengatakan, mengetahui kemampuan lawan memang menjadi faktir penting dalam sebuah pertandingan. Namun baginya, ada yang lebih penting dari itu, yakni memperbaiki kelemahan dan memaksimalkan kemampuan permainan tim.

Pelatih asal Payakumbuh ini mengungkapkan, permainan Elie Aiboy dan kawan-kawan masih jauh dari ekspektasi. Itu terlihat dalam laga uji coba terakhir melawan Timor Leste di GBK, Rabu (14/11).

Meski memetik kemenangan 1-0, Nil belum puas dengan performa pasukan Merah Putih. Ia menilai, masih banyak yang harus dibenahi dari permainan para penggawa timnas.

Kelemahan yang paling menonjol adalah kurangnya kordinasi antar lini. Mulai dari lini belakang, tengah, dan depan. Tak pelak, kondisi ini membuat serangan Garuda kerap kandas di tengah jalan. Bahkan tak jarang, bola pun terbuang sia-sia akibat masih lemahnya kordinasi antar pemain.

“Permainan anak-anak masih jauh dari yang diharapkan. Saya menilai kordinasi antar lini belum rapih, terutama pada babak pertama,” ucap Nil merujuk pertandingan melawan Timor Leste, Rabu (14/11).

Meski begitu, Nil yakin kelemahan tersebut bisa segera diperbaiki. Laga melawan Kamerun pun menjadi kesempatan timnas untuk memoles permainan. Elie Aiboy cs dituntut tampil lebih baik lagi dan mengevaluasi kelemahan yang ada.

“Kami akan berusaha keras memaksimalkan permainan tim dengan waktu yang tersisa. Mudah-mudahan para pemain bisa bermain lebih baik lagi,” tambah Nil.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Satria Kartika Yudha
(Sumber : republikaonline)
Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | Meninggalkan komentar

Suzuki Buka Peluang Sponsori Klub & Kompetisi di Indonesia

Jakarta – Sebagai salah satu raksasa otomotif di Asia, Suzuki sudah dalam empat tahun terakhir sudah “bermain” di sepakbola sebagai sponsor Piala AFF. Apakah nantinya Suzuki akan mensponsori salah satu klub lokal atau kompetisi di Indonesia?

Sejak tahun 2008, Suzuki jadi main sponsor Piala AFF yang adalah turnamen dua tahunan antar negara Asia Tenggara. Meski dalam prestasi persepakbolaan negara-negara di kawasan ASEAN masih tertinggal jauh, namun animo penonton begitu besar, khususnya di Indonesia.

Hal inilah yang membuat awak media yang hadir di acara jumpa pers jelang Piala AFF 2012 yang diadakan Suzuki di Hotel Sultan, Jumat (16/11) siang WIB menanyakan perihal kemungkinan pabrikan otomotif itu memberikan dukungan dana untuk klub-klub lokal di Indonesia atau menjadi sponsor IPL maupun ISL.

Selama ini klub-klub lokal di Indonesia kesulitan mendapatkan dana untuk biaya operasional klub yang membuat para pemain kerap telat menerima gaji atau bahkan ada yang gulung tikar. Sementara itu sulitnya perizinan polisi plus kerusuhan yang beberapa kali terjadi saat pertandingan memang membuat pihak sponsor berpikir berulang kali sebelum menginvestasikan dananya.

“Dari segi sponsorship banyak yang harus dipertimbangkan. Tidak menutup kemungkinan kita mensponsori kompetisi atau klub lokal. Di level Asia, Suzuki di beberapa klub, tidak hanya di bola namun klub basket juga menjadi sponsor. Lalu untuk sepakbola lokal kapan? Itu perlu diskusi panjang lebih dulu dulu dan kompetisi lokal juga udah ada main sponsor,” tutur Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Motor, Endro Nugroho.

( mrp / din )

(Sumber : detiksport)

Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | 2 Komentar

Indonesia Berpeluang ke Semifinal Piala AFF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski banyak kalangan pesimistis, mantan pemain Timnas Indonesia, Yeyen Tumena menilai pasukan Nil Maizar berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2012.

“Kita harus memberikan apresiasi yang tinggi pada pemain timnas. Mereka bisa saja bermain lebih baik di babak penyisihan nanti,” kata Yeyen Tumena di sela-sela jumpa pers bersama sponsor utama Piala AFF 2012, Suzuki, di Jakarta, Jumat (16/11).

Agar peluang lolos ke semifinal terbuka, kata Yeyen, maka beberapa kelemahan yang ada pada timnas harus secepatnya diperbaiki. Salah satu kelemahan timnas adalah adanya kesenjangan antara lini tengah dan lini depan.

Menurut Yeyen, Indonesia masih membutuhkan pemain-pemain yang bertugas menyuplai bola ke lini depan, seperti Firman Utina dan Ahmad Bustomi. Namun, Yeyen menilai ada beberapa nama pemain yang bisa menjadi motor di lini tengah.

“Tonni Cussel umpan terobosannya juga cukup bagus. Yang jelas lini tengah harus terus diasah,” kata pemain Primavera itu.

Selain pemain naturalisasi asal Belanda, lini tengah Timnas diisi Vendry Mofu, Rasyid dan Taufiq. Kedua pemain ini didukung gelandang serang yang cukup aktif, yaitu Oktovianus Maniani dan Elie Aiboy.

Redaktur: Karta Raharja Ucu
Sumber: Antara
(Sumber : Republikaonline)
Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | Meninggalkan komentar

Indonesia Diprediksi Akan Lolos dari Fase Grup

Jakarta – Untuk menjadi juara di Piala AFF 2012, timnas Indonesia diharapkan bisa melakukannya. Namun, untuk sekadar lolos dari fase grup ‘Merah Putih’ diyakini bisa melakukannya.

Indonesia di Piala AFF tergabung di Grup B bersama juara bertahan yang juga tuan rumah Malaysia, Singapura dan Laos. Tim yang disebut terakhir akan jadi lawan perdana Indonesia pada 25 November mendatang.

Dengan berbagai masalah yang mendera selama persiapan tim plus tidak hadirnya beberapa pemain senior yang memperkuat tim ISL, Indonesia diragukan bisa berbicara banyak di turnamen dua tahunan itu. Jangankan untuk menjadi juara, untuk bisa lolos dari fase grup saja Indonesia diprediksi akan kesulitan.

Namun, eks pemain timnas Indonesia era 90-an Yeyen Tumena meyakini Indonesia punya peluang besar untuk lolos dari babak penyisihan meskipun masih samar-samar kansnya untuk bisa jadi juara.

Meski ia juga mengakui bahwa persiapan Indonesia belum lah maksimal selama beberapa bulan ini dibanding timans Malaysia yang sempat menghadapi dua tim asal Premier League di pertengah tahun ini.

“Kita sadari persiapan kurang mumpuni dan kita sama-sama tahu kondisi yang ada sekarang (persepakbolaan nasional). Tapi kita tak bisa menyamaratakan persiapan ini dengan tim lain. Malaysia melakukan persiapan dengan tanding melawan Manchester City serta Arsenal dan menyulitkan kedua tim itu,” ujar Yeyen dalam acara jumpa pers yang diadakan PT Suzuki Indomobil Motor di Hotel Sultan, Jumat (16/11) siang WIB.

“Tapi sepak bola bukanlah matematika. Siapa tahu dengan persiapan minim indonesia bisa meraih hasil maksimal. Minimal lolos fase grup lah karena nanti di semifinal kita main kandang dan tandang, jadi ada kesempatan suporter menonton langsung. Soal juara karena kita belum merasakan juara, mudah-mudahan tercapai nanti,” lanjutnya.

(Sumber : detiksport oleh Mohammad Resha Pratama)

Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | Meninggalkan komentar

Harapan dan Doa Suporter untuk Timnas Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana pemusatan latihan (training camp/TC) Tim Nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/11/2012) pagi, terlihat berbeda dari biasanya. Dalam latihan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu, ratusan suporter mendatangi stadion untuk menyemangati Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

Ratusan suporter yang tergabung dalam Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) itu membawa spanduk bertuliskan kalimat dukungan bagi timnas yang sebentar lagi akan berlaga di Piala AFF 2012. Mereka pun terlihat cukup antusias melihat tim kesayangannya bertanding dalam laga simulasi yang kali ini dijadikan agenda dalam latihan.

Seusai pertandingan simulasi yang digelar dengan waktu 2 x 35 menit itu, rombongan suporter kemudian menghampiri para pemain dan tim pelatih timnas. Mereka secara bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya” untuk memperingati Hari Pahlawan yang tepat jatuh pada hari ini.

“Kami hadir di sini untuk mendukung timnas satu untuk Indonesia. Karena mereka itu seperti pahlawan yang akan berjuang membela dan mengharumkan nama bangsa di Piala AFF nanti. Kalah atau menang itu hal biasa, yang penting mereka tampil maksimal, dan semoga bisa menjadi juara,” ujar koordinator aksi, Andi Windo Wahidin.

Seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya, suporter kemudian memberikan pita merah putih kepada pelatih timnas, Nil Maizar, sebagai simbol dukungan bagi skuad “Merah Putih”. Di sela-sela acara, Mereka juga menyerahkan petisi satu timnas kepada pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diwakilkan Sekretaris Jenderal Halim Mahfudz.

Pelatih Nil Maizar mengaku senang dengan dukungan yang ditunjukkan suporter tersebut. Menurut mantan pelatih Semen Padang ini, suporter akan selalu menjadi pemain tambahan yang mampu membangkitkan gelora semangat timnas ketika bermain di ajang internasional.

“Suporter ini pemain ke-12 kita. Kalau tidak ada suporter, tidak ada kita. Tidak ada kita juga pasti tidak ada suporter. Jadi ada balance-nya. Tapi, kalau mereka mendukung Indonesia itu hal biasa. Kita berharap mereka tidak hanya mendukung itu, tetapi juga mendukung lewat doa,” harap Nil.

(Sumber : kompas.com)

Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | 2 Komentar

Bepe Pimpin “Merah-Putih” Tekuk Timor Leste 1-0

KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

Kiper timnas Timor Leste, Emerson Carlos Cesario, berhadapan dengan striker timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, pada pertandingan uji coba melawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2012). Bambang jadi penentu kemenangan Indonesia 1-0 lewat gol tunggalnya.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Nasional Indonesia berhasil mengalahkan Timor Leste 1-0 dalam pertandingan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/11/2012). Gol semata wayang tuan rumah ditorehkan Bambang Pamungkas pada menit ke-67.

Indonesia lebih dulu berusaha membangun serangan pada menit-menit awal. Menit kesembilan, Elie Aiboy mendapatkan kesempatan. Namun, ia gagal menyambut bola umpan silang Nopendi dari sisi kanan gawang karena barisan belakang Timor Leste lebih dulu mampu mengantisipasinya.

Timor Leste bukan tanpa ancaman. Tiga menit berselang, striker Alan Leandro melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti Indonesia pada menit ke-13. Meski kiper Endra Prasetya gagal mengantisipasi bola dengan sempurna, barisan belakang Indonesia dengan sigap langsung mengamankan gawangnya.

Memasuki pertengahan paruh pertama, Indonesia masih kesulitan menembus jantung pertahanan lawan. Sejumlah serangan, yang lebih banyak dibangun dari sisi kanan lapangan, selalu mentok karena barisan belakang tim tamu tampil cukup disiplin. Sementara itu, Timor Leste lebih banyak mengandalkan serangan balik yang tidak terlalu membahayakan Indonesia.

Pada menit ke-28, Indonesia kembali mendapatkan peluang emas. Akan tetapi, bola tendangan keras Bambang dari luar kotak penalti masih dapat ditepis kiper Emerson Carlos Cesario dengan cukup baik.

Memasuki menit-menit akhir, tempo permainan kedua tim melambat. Timor Leste terlihat berusaha menekan pertahanan Indonesia. Namun, sejumlah peluang yang didapat tim berjuluk “The Rising Sun” itu tidak dapat dikonversikan menjadi gol karena Wahyu Wijiastanto dan kawan-kawan tampil cukup disiplin.

Di babak kedua, Indonesia langsung menekan. Bepe—sapaan Bambang—kembali mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-46. Namun, lagi-lagi kiper Emerson tampil cemerlang karena mampu menangkap bola tendangan bomber Persija Jakarta tersebut dari dalam kotak penalti.

Di awal paruh kedua ini, Pelatih Indonesia, Nil Maizar, mengubah strategi dengan memasukkan Johnny van Beukering dan Arthur Irawan menggantikan Nopendi dan Elie. Van Beukering mengisi barisan depan, sedangkan Irfan Bachdim menempati posisi sayap kiri, bertukar dengan Oktovianus Maniani yang menjadi gelandang sayap kanan.

Perubahan strategi itu pun membuahkan hasil. Pada menit ke-67, Indonesia berhasil membuka keunggulan melalui Bepe. Berawal dari aksi Bachdim di sisi kiri, ia melepaskan umpan ke Van Beukering, yang lalu memberi umpan ke tengah kotak penalti, yang kemudian langsung disambar Bepe untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Memasuki menit-menit akhir, permainan Indonesia membaik dan terus menekan pertahanan tim tamu. Namun, sejumlah kesempatan yang didapat Bachdim dan kawan-kawan belum dapat menambah keunggulan timnya karena terkadang selalu mentok dalam penyelesaian akhir. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 untuk Indonesia tidak berubah.

Susunan pemain
Indonesia: 22-Endra Prasetya; 4-Novan Setya Sasongko (21-Andik Vermansyah 76), 5-Nopendi (31-Arthur Irawan 52), 13-Wahyu Wijiastanto; 8-Elie Aiboy (34-Johnny van Beukering 57), 26-Vendry Mofu (14-Rasyid Asyahid Bakrie 82), 28-Oktovianus Maniani (29-M Rahmat 88), 33-Tonnie Harry Cussel (7-Taufiq 70); 10-Irfan Bachdim, 20- Bambang Pamungkas (9-Samsul Arief 79).

Timor Leste: 1-Emerson Carlos Cesario; 2-Raul Isaac Diaz, 3-Ramon De Lima Saro, 5-Wellinto Rocha, 22-Raimundo Jose; 7-Paulo HR Ribeiro, 10-Jesse Fernando (kapten), 15-Adelino Trindade, 16-Jose Lopes Vide (9-Jose Carlos Fonseca 75), 17-Nicolau H Fernandez, 11-Alan Leandro (20-Jose Martins 87).

Wasit: Subkhir Singh (Singapura)

(Sumber : kompas.com)

Dipublikasi di Seputar Sepakbola Nasional / Sepakbola Indonesia | Meninggalkan komentar